
SMKN 2 Tanjung Jabung Timur membagikan masker gratis kepada seluruh taruna/i sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga sekolah di tengah meningkatnya kabut asap akibat Karhutla. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap penurunan kualitas udara di wilayah Nipah Panjang yang berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan paparan PM2.5 mencapai 42,1 µg/m³. Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur, Kaharuddin, S.Pi., mengimbau seluruh warga sekolah untuk menjaga kes
Nipah Panjang, 17 September 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan warga sekolah, SMKN 2 Tanjung Jabung Timur membagikan masker gratis kepada seluruh taruna/i sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kualitas udara yang menurun akibat kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang semakin pekat.
Pembagian masker ini dilakukan menyusul meningkatnya paparan asap di wilayah Nipah Panjang. Berdasarkan pemantauan kualitas udara, kondisi udara saat ini berada pada kategori AQI 117 (US AQI) dengan keterangan “Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif”. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 42,1 µg/m³, yaitu partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga saluran pernapasan dan berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah mengimbau seluruh taruna/i agar tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di area terbuka apabila kondisi asap semakin memburuk, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur, Bapak Kaharuddin, S.Pi, menyampaikan bahwa langkah pembagian masker merupakan bentuk tanggung jawab sekolah dalam memberikan perlindungan kepada seluruh warga sekolah.
“Keselamatan dan kesehatan taruna/i menjadi prioritas utama kami. Kondisi kabut asap akibat Karhutla saat ini perlu kita sikapi bersama dengan langkah pencegahan yang tepat. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian sekolah agar seluruh taruna/i tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan aman dan nyaman. Kami juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.”
— Kaharuddin, S.Pi., Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur
Selain membagikan masker, sekolah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan mengingatkan taruna/i untuk segera melaporkan apabila mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain akibat paparan asap.
SMKN 2 Tanjung Jabung Timur berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Melalui kepedulian bersama, dampak buruk kabut asap Karhutla dapat diminimalkan dan aktivitas pendidikan dapat tetap berjalan dengan baik.