
Dua taruni SMKN 2 Tanjung Jabung Timur, Salmiah dan Nadin Fadhillah, meraih Medallion for Excellence pada LKS Nasional 2026. Plt. Kepala Sekolah Kaharuddin, S.Pi., mengapresiasi prestasi tersebut serta berterima kasih kepada guru pendamping, Yamaha Jambi, Sabang Raya Motor, dan BPBAT Sungai Gelam atas dukungan selama persiapan hingga perlombaan.
TANJUNG JABUNG TIMUR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMKN 2 Tanjung Jabung Timur pada ajang Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Dua taruni yang mewakili Provinsi Jambi berhasil meraih penghargaan Medallion for Excellence pada dua cabang lomba berbeda.
Kedua taruni tersebut adalah Salmiah, peserta dari Program Keahlian Agribisnis Perikanan yang berkompetisi pada cabang lomba Fishery, serta Nadin Fadhillah dari Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis yang mengikuti cabang lomba Digital Marketing.
Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi SMKN 2 Tanjung Jabung Timur karena kedua wakilnya mampu menunjukkan kompetensi unggul dalam persaingan tingkat nasional. Mereka sebelumnya berhasil menjadi peserta terbaik pada seleksi tingkat Provinsi Jambi sehingga memperoleh kepercayaan untuk berlaga membawa nama daerah.
LKS Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 merupakan ajang pengembangan talenta yang mempertemukan peserta didik terbaik dari berbagai provinsi. Kompetisi ini tidak hanya menguji keterampilan teknis, tetapi juga ketelitian, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, dan kesiapan peserta dalam menerapkan standar kerja profesional.
Medallion for Excellence merupakan penghargaan yang diberikan kepada peserta yang menunjukkan performa sangat baik dan berhasil mencapai standar kompetensi unggul yang ditetapkan dalam perlombaan, meskipun tidak berada pada posisi penerima medali emas, perak, atau perunggu.
Dalam sistem kompetisi keterampilan yang mengacu pada standar WorldSkills, penghargaan tersebut menandakan bahwa peserta telah mencapai ambang nilai keunggulan atau excellence standard. Dengan demikian, Medallion for Excellence bukan sekadar penghargaan partisipasi, tetapi bentuk pengakuan terhadap kualitas keterampilan, konsistensi kerja, ketepatan prosedur, serta kemampuan peserta menyelesaikan tugas sesuai standar kompetisi.
Keberhasilan Salmiah dan Nadin Fadhillah memperoleh penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang mereka tampilkan telah memenuhi standar keunggulan dalam bidang masing-masing.
Salmiah memperlihatkan penguasaan keterampilan pada bidang perikanan melalui cabang Fishery. Sementara itu, Nadin Fadhillah menunjukkan kemampuannya dalam merancang dan menerapkan strategi pemasaran digital, termasuk pengelolaan konten, komunikasi pemasaran, pemanfaatan media sosial, dan presentasi solusi pemasaran berbasis kebutuhan industri.
Cabang Digital Marketing pada LKS Nasional 2026 didukung oleh Yamaha sebagai mitra industri. Dukungan tersebut memberikan konteks pekerjaan nyata kepada peserta dalam mengembangkan strategi pemasaran, membuat konten kreatif, melakukan promosi digital, serta mempresentasikan solusi pemasaran secara profesional.
Pelaksana Tugas Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur, Kaharuddin, S.Pi., menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Salmiah dan Nadin Fadhillah atas kerja keras dan perjuangan mereka selama mengikuti rangkaian kompetisi.
“Prestasi Salmiah dan Nadin Fadhillah merupakan kebanggaan besar bagi keluarga besar SMKN 2 Tanjung Jabung Timur. Mereka telah membuktikan bahwa taruni dari Tanjung Jabung Timur mampu bersaing, menunjukkan kompetensi terbaik, serta membawa nama baik sekolah dan Provinsi Jambi pada tingkat nasional,” ujar Kaharuddin.
Menurutnya, Medallion for Excellence yang diperoleh kedua taruni tersebut merupakan hasil dari proses persiapan panjang, kedisiplinan dalam berlatih, kesiapan mental, serta kemampuan beradaptasi dengan tuntutan dan standar kompetisi nasional.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Salmiah dan Nadin. Penghargaan ini tidak diperoleh secara instan, tetapi melalui latihan yang konsisten, pengorbanan waktu, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Semoga capaian ini menjadi awal bagi lahirnya prestasi-prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Kaharuddin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru pendamping yang telah membina dan mendampingi kedua peserta, baik selama masa persiapan, karantina, maupun ketika perlombaan berlangsung pada 27–29 Juli 2026.
Guru pendamping dinilai memiliki peranan penting dalam mempersiapkan penguasaan teknis, strategi perlombaan, manajemen waktu, serta kesiapan mental peserta dalam menghadapi tekanan kompetisi.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru pendamping yang telah mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan perhatian sejak masa latihan dan karantina hingga pelaksanaan perlombaan. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan ketangguhan mental peserta,” ungkap Kaharuddin.
Apresiasi turut disampaikan kepada tim Yamaha di Jambi dan Sabang Raya Motor, Dealer Resmi Yamaha Jambi, yang telah mendukung persiapan peserta cabang Digital Marketing. Sebelum mengikuti kompetisi nasional, peserta memperoleh kesempatan melakukan orientasi industri untuk mengenal strategi pemasaran digital, pengelolaan konten promosi, komunikasi dengan konsumen, serta pemasaran produk otomotif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Yamaha di Jambi dan Sabang Raya Motor yang telah memberikan ruang belajar, pengalaman industri, serta dukungan kepada peserta Digital Marketing. Kolaborasi seperti ini sangat berarti karena membuat pembelajaran dan persiapan lomba semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” lanjutnya.
Ucapan terima kasih secara khusus juga diberikan kepada Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar atau BPBAT Sungai Gelam beserta seluruh tim. BPBAT Sungai Gelam telah menyediakan tempat, sarana, pendampingan teknis, serta membantu berbagai kebutuhan peserta sejak masa karantina sampai pelaksanaan perlombaan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Kepala BPBAT Sungai Gelam beserta seluruh tim. Dukungan tempat, fasilitas, tenaga, pendampingan teknis, dan bantuan selama masa karantina hingga pelaksanaan lomba menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan ini. Sinergi antara sekolah, lembaga pemerintah, dan dunia industri telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi peserta didik,” tegas Kaharuddin.
Menurut Kaharuddin, keberhasilan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai capaian dalam kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya berprestasi di lingkungan sekolah.
“Medallion for Excellence ini bukanlah akhir perjalanan. Prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh taruna dan taruni untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, berani mengikuti kompetisi, dan percaya bahwa peserta didik dari daerah juga mampu berdiri sejajar dengan talenta-talenta terbaik Indonesia,” tutupnya.