
Upacara Penaikan Bendera Merah Putih sekaligus membuka MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipimpin oleh Ibu Nur’aida, S.Pd.I., Gr., serta ditandai dengan pengalungan tanda peserta kepada Calon Taruna/Taruni Baru. Setelah kegiatan upacara, Ibu Widya Hastuti, S.Pt. selaku Pengawas Pendamping Sekolah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memberikan pendampingan, memantau pelaksanaan MPLS, dan memeriksa kesiapan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Pelaksanaan Upacara Penaikan Bendera Merah Putih menjadi penanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan atau MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan.
Ibu Nur’aida, S.Pd.I., Gr. bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh Calon Taruna/Taruni Baru yang mulai mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa MPLS Ramah bertujuan membantu Calon Taruna/Taruni Baru mengenal lingkungan, budaya, tata tertib, fasilitas, program keahlian, serta warga sekolah. Seluruh kegiatan harus berlangsung secara edukatif, aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan.
“Selamat datang kepada seluruh Calon Taruna/Taruni Baru. Hari ini menjadi awal perjalanan kalian untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita di sekolah ini. Ikutilah MPLS Ramah dengan disiplin, semangat, dan sikap saling menghargai. Jangan ragu untuk bertanya, beradaptasi, dan membangun pertemanan yang positif,” ujar Nur’aida dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta budaya belajar para Calon Taruna/Taruni Baru.
“MPLS Ramah harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Tidak boleh ada perundungan, intimidasi, kekerasan, maupun kegiatan yang merendahkan Calon Taruna/Taruni Baru. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar dan mengembangkan potensinya,” tegasnya.
Pembukaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis oleh Ibu Nur’aida, S.Pd.I., Gr. Pengalungan tersebut menjadi simbol bahwa Calon Taruna/Taruni Baru resmi mengikuti rangkaian kegiatan MPLS Ramah.
Setelah upacara dan pengalungan tanda peserta, kegiatan dilanjutkan di ruang kepala sekolah. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, Kepala Bagian Tata Usaha, para ketua jurusan, serta pemegang program mengikuti kegiatan pendampingan bersama Pengawas Pendamping Sekolah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Ibu Widya Hastuti, S.Pt.
Pendampingan tersebut membahas kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Ibu Widya Hastuti juga melakukan monitoring terhadap pelaksanaan MPLS Ramah serta memeriksa berbagai kelengkapan yang mendukung kegiatan belajar mengajar.
Pemeriksaan mencakup kesiapan administrasi, pembagian tugas tenaga pendidik, jadwal pembelajaran, program kerja sekolah, perangkat pembelajaran, sarana pendukung, dan dokumen pelaksanaan MPLS Ramah.
Dalam arahannya, Ibu Widya Hastuti menekankan pentingnya koordinasi antara pimpinan sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, ketua jurusan, dan seluruh pemegang program. Koordinasi yang baik diperlukan agar kegiatan sekolah berjalan terarah sejak awal tahun ajaran.
“Memasuki tahun ajaran baru, seluruh unsur sekolah harus memiliki pemahaman dan tujuan yang sama. Setiap program perlu disiapkan dengan matang, dilaksanakan sesuai ketentuan, serta didukung oleh administrasi yang lengkap. Kesiapan ini akan menentukan kelancaran proses pembelajaran selama satu tahun ke depan,” ujar Widya Hastuti.
Ia juga meminta sekolah memastikan bahwa MPLS Ramah dilaksanakan sesuai prinsip perlindungan anak. Setiap kegiatan harus bersifat mendidik, relevan, menyenangkan, dan tidak membebani Calon Taruna/Taruni Baru.
“Pelaksanaan MPLS harus benar-benar ramah bagi Calon Taruna/Taruni Baru. Panitia perlu memastikan tidak ada tindakan yang mengarah pada perundungan, kekerasan, pemberian tugas yang tidak mendidik, atau kegiatan yang dapat mengganggu kondisi fisik dan psikologis mereka,” jelasnya.
Menurutnya, monitoring tidak hanya bertujuan memeriksa dokumen. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendampingan agar sekolah dapat mengidentifikasi kekurangan, melakukan perbaikan, dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Sekolah perlu membangun lingkungan belajar yang aman, tertib, inklusif, dan menyenangkan. Guru harus hadir sebagai pendidik dan pendamping. Taruna dan taruni juga perlu memperoleh ruang untuk bertanya, berpendapat, dan mengembangkan potensi sesuai minat serta kompetensinya,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan upacara, pembukaan MPLS Ramah, serta pendampingan dari pengawas sekolah, seluruh warga sekolah diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan proses pendidikan yang terencana, aman, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan taruna dan taruni.